Tangal 4 Juni 2008, aku sebagai relawan Kisara kebagian jatah tugas jadi juri pada suatu jambore yang diikuti siswa SMP dan SMA se Bali. Aku berangkat pukul 14.00 dan setelah kedinginan dijalan akhirnya dengan perasaan lapar nyampe juga di tujuan.
Setelah dengan segenap kemampuan menilai layaknya juri “professional” akhirnya tiba juga waktu istirahat dan yang ditunggu-tunggu… Makaannn.. tapi yang paling membuat kesal hari itu adalahjatah makanan yang kurang. Aku dan temanku yang datang sebagai juri undangan bahkan tidak mendapatkan jatah makan..bayangkan!!!udah kedinginan, disuruh kerja, trus ga dikasi makan..
Tapi sepertinya Tuhan masih sedikit berpihak kepada kami, disana ada teman-teman dari LSM lain yang sudah “lebih siap” mengantisipasi kemungkinan adanya ketidakberesan dalam kepanitiaan tersebut..mereka yang juga hari itu bertugas sebagai juri telah sedia paying sebelum hujan dengan membawa makanan dalam jumlah yang cukup. Akhirna rasa tidak enak juga yan menyebabkan aku dan temanku keluar mencari makanan..cliinnnnkkkkk…ketemu dagang bakso..dan kitapun beli bakso. Dasar lagi apes bakso yang kita beli sepertinya sudah basi, panter aja jam 8 malam lebih masih ada dagang bakso..
Kuputuskan juga untuk tidak memakan bakso itu karena tidak enak di lidah, sepertinya juga aku bakal mencret dah kalo ku makan..( ya Tuhan, ampunilah dosa orang yang sudah sangat tidak menghargai kami dengan tidak memberikan makan pada saat jambore…)
Apesnya lagi, masih ada 1 lomba lagi yang mesti ku nilai..udah ga dikasi makan.disuruh kerja lembur pula..aku nilai juga lomba paduan suara tersebut dengan “sepenuh hati”..terserah dah ahsilnya bagaimana..maw yang jelek menang atau yang bagus kalah aku ga peduli!!!pokoknya hari ini aku sangat kecewa dan benar-benar merasa tidak dihargai.
Tapi pesanku “sebagai relawan selalu ada suka dan duka, yang terpenting jangan sampai jiwa kerelawanan kita tercemar . apalagi saat kita membawa nama LSMkita bernaung”


