DM merupakan salah satu penyakit kronik tersering di Amerika, terjadi pada 7,8% orang dewasa berumur 20 tahun atau yang lebih tua.di Indonesia sendiri diperkirakan pada tahun 2003 terdapat 13,7 juta penderita diabetes mellitus (perkeni, 2006)
Disfungsi ereksi (DE)/erectile dysfunction (ED) adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan atau menjaga ereksi yang cukup untuk mencapai kepuasan dalam berhubungan seksual (NIH Consensus Conference, 1993). Ereksi penis adalah suatu proses neurovaskular kompleks yang meliputi relaksasi dari otot polos korpus kavernosus dikombinasikan dengan peningkatan aliran darah arteri ke penis dan pembatasan aliran darah keluar dari penis melalui vena (Musicki B and Burnett AL, 2006).
DE merupakan masalah yang telah lama menjadi bahan pembicaraan, terungkap dari data Massachusets Male Aging Study (MMAS), 152 juta pria di dunia diperkirakan menderita gangguan keperkasaannya (impotensi). Angka itu diperkirakan akan membengkak pada 2025 menjadi 322 juta penderita impotensi. Sebanyak 100 juta di antaranya pria di Asia (Anonim, 2004).
Laki – laki yang mengalami ED ini kemungkinan besar akan mengalami masalah dalam kehidupannya sehari – hari. Jika dikaitkan dengan kehidupan masyarakat di Bali masalah ini dapat berupa kesulitan untuk medapatkan keturunan, dimana dalam masyarakat Bali keturunan tertama laki – laki menjadi sangat penting. Selain itu secara psikologis, laki –laki yang menderita ED akan merasa kalau dirinya sudah tidak mampu untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangan seksualnya. Hal ini secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi kehidupan penderita ED tersebut.
DM merupakan salah satu faktor resiko utama terjadiya ED (Musicki B and Burnett AL, 2006). Pada penelitian oleh Newman dan Marcus (1985) dalam Agarwal A et al.(2006), ED ini terjadi lebih sering pada laki-laki yang menderita DM dibandingkan dengan populasi umum. Dimana sekitar 75 persen laki – laki yang dengan diabetes mengalami ED, yang terjadi pada usia yang lebih muda.
Tingginya prevalensi penderita DM di Bali yang dapat di lihat dari jumlah penderita diabetes melitus yang berkunjung ke RSUP Sanglah Denpasar, secara langsung akan meningkatkan prevalensi penderita ED di Bali. Penelitian ini dilakukan karena belum adanya data tentang berapa orang penderita DM yang mengalami ED di Bali.



